Bersihkan Saluran Air di Jalan Batanghari, Satgas DPUPR Menemukan Banyak Sampah

By | Februari 7, 2017

Bersihkan Saluran Air di Jalan Batanghari, Satgas DPUPR Menemukan Banyak Sampah

www.poker24.com

Bersihkan Saluran Air di Jalan Batanghari, Satgas DPUPR Menemukan Banyak Sampah

Bersihkan Saluran Air di Jalan Batanghari, Satgas DPUPR Menemukan Banyak Sampah

POKER24DK.COM – Satgas DPUPR ( Satuan Petugas Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang ) Kota Malang membongkar penutup bak kontrol saluran air di Jalan Batanghari, Kecamatan Klojen, Kota Malang, senin 6 Februari 2017. Pembongkar tersebut di lakukan karena diduga adanya penyumbatan dan menyebabkan banjir.

Satgas hanya menjebol slah satu titik penutup gorong – gorong, karena tidak semua gorong – gorong memiliki penutup yang bisa dibuka, karena jika di lihat beberapa tempat usaha disepanjang jalan tersebut menutupi area bak kontrol yang di sediakan. Hal itulah yang membuat bak kontrol yang di tutupi di bawahnya tidak terlihat.

” Seharusnya bak kontrol tersebut tidak di tutup permanen, seharusnya ada satu bak yang bisa di buka sewaktu – waktu ketika ingin di cek kondisi dibawahnya atau ketika ingin di bersihkan. ” ujaae Heri Bengbeng, salah satu anggota Satgas.

Karena mayoritas bak kontrol ditutup permanen, Satgas menjebol paksa di satu titik. Satgas lalu mengeruk saluran di bawahnya. Kondisi di sepanjang saluran air sisi barat Jalan Batanghari itu tidak layak disebut sebagai saluran air normal. Sebab, separuh badan saluran air tertutup aneka material, seperti sampah dan endapan tanah.

Sampah yang tersangkut di saluran air itu antara lain botol minuman, lumpur bercampur oli, kayu, dan bambu. Hari menyebut kayu dan bambu itu merupakan material untuk membuat cor penutup saluran air yang tidak dicopot pemiliknya.

“ Akhirnya lapuk, lantas berjatuhan dan menutupi saluran air, ” tegasnya.

Sedangkan di saluran yang terbuka, Satgas mengeruk bagian dalamnya. Sebab, saluran itu hampir separuh tertutup sedimentasi tanah. Saluran air yang dikeruk sepanjang 1 kilometer. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Malang, Hadi Santoso mengatakan pengerukan saluran irigasi tersebut merupakan permintaan warga setempat. Warga menilai kedangkalan dan tersumbatnya saluran air di jalan itu menjadi penyebab banjir.

“ Kalau hujan deras, saluran ini tidak mampu menampung air hujan karena dangkal dan tersumbat. Juga membuat banjir tidak cepat surut, ” ujar Soni, panggilan akrab Hadi Santoso.

Sementara itu, warga Jalan Batanghari, Kandar menuturkan warga di seputaran Jalan Kahayan menjadi korban banjir jika kawasan tersebut meluap.

“ Terutama di sekitar Kahayan Bawah. Airnya hampir masuk ke teras warga. Sebab, air mengalir deras dari atas, dan saluran ini tidak mampu menahan tingginya debit air, ” ujar Kandar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *