Choel Mallarangeng Dihukum 5 Tahun Penjara Dalam Kasus Korupsi Hambalang

By | Juni 7, 2017

Choel Mallarangeng Dihukum 5 Tahun Penjara Dalam Kasus Korupsi Hambalang

Choel Mallarangeng Dihukum 5 Tahun Penjara Dalam Kasus Korupsi Hambalang – Terdakwa kasus dugaan korupsi pembangunan prasarana pusat pendidikan sarana olahraga nasional (P3SON) di Hambalang, Andi Zulkarnaen Mallarangeng atau akrab disapa Choel Mallarangeng dituntut 5 tahun penjara dan denda Rp 500 juta.

“Memutuskan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan secara sah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama maka menuntut penjara 5 tahun denda Rp 500 juta subsider 6 bulan kurungan,” ujar jaksa KPK Muhamad Asri Irwan, Rabu (7/6).

Jaksa menilai Choel terbukti secara sah dan meyakinkan telah menerima USD 550.000 atau senilai Rp 5 Miliar dan Rp 2 Miliar terkait proyek di Hambalang. Pemberian uang tersebut tertuang dalam surat dakwaan yang menyebut adik kandung mantan Menpora Andi Alfian Mallarangeng itu sebagai perantara pemberian uang USD 550.000 dari mantan Kepala Biro Keuangan dan Rumah tangga Kementerian Pemuda dan Olahraga sekaligus Pejabat Pembuat Komitmen Kemenpora Deddy Kusdinar.

Choel Mallarangeng Dihukum 5 Tahun Penjara Dalam Kasus Korupsi Hambalang

Dalam dakwaan disebut bahwa uang itu diberikan secara bertahap yaitu Rp 2 miliar, Rp 1,5 miliar  dan Rp 500 juta diterima oleh Choel Mallarangeng dari PT Global Daya Manunggal.

PT Global Daya Manunggal adalah salah satu perusahaan subkontraktor yang mengerjakan proyek Hambalang sedangkan M Fakhruddin adalah staf khusus Andi Mallarangeng.

Uang itu digunakan untuk keperluan operasional Menpora, pembayaran tunjangan hari raya untuk protokoler menteri pemuda dan olahraga, pembantu dan pengawal di rumah dinas menteri pemuda dan olahraga dan rumah kediaman Andi.

Uang itu juga untuk akomodasi dan pembelian tiket pertandingan sepak bola piala AFF di Senayan dan Malaysia serta pertandingan tim Manchester United untuk rombongan Menpora serta anggota Komisi X DPR. Atas perbuatannya Choel Mallarangeng disangkakan melanggar pasal 2 atau pasal 3 UU No 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHPidana.

Pasal itu mengatur tentang orang yang melanggar hukum, menyalahgunakan kewenangan, kesempatan atau sarana yang ada padanya jabatan atau kedudukan sehingga dapat merugikan keuangan dan perekonomian negara dan memperkaya diri sendiri, orang lain atau korporasi dengan ancaman pidana penjara seumur hidup atau semaksimal 20 tahun denda paling banyak Rp 1 miliar.

Dalam pemeriksaan 4 Maret 2013 lalu, Choel mengaku sudah mengembalikan uang 550 ribu dolar AS tersebut. Perkara ini merupakan pengembangan korupsi pembangunan proyek P3SON Hambalang sebelumnya yang sudah menjerat mantan Menteri Pemuda dan Olahraga, Andi Mallarangeng, selaku pengguna anggaran, mantan Kabiro Perencanaan Kemenpora Deddy Kusdinar selaku Pejabat Pembuat Komitmen saat proyek Hambalang dilaksanakan dan mantan Direktur Operasional 1 PT Adhi Karya (persero) Teuku Bagus Mukhamad Noor dan mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *