Mentri PUPR Akan Menggali Sumur Bor Untuk Mengatasi Kekeringan

By | September 13, 2017

Mentri PUPR Akan Menggali Sumur Bor Untuk Mengatasi Kekeringan

Mentri PUPR Akan Menggali Sumur Bor Untuk Mengatasi Kekeringan – Untuk mengantisipasi kekeringan di sejumlah wilayah yang ada di Indonesia, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono akan memperbanyak jumlah sumur bor. Keputusan memperbanyak sumur bor ini disampaikan oleh Basuki saat menghadiri acara Kongres dan Pertemuan Ilmiah Tahunan Perhimpunan Ahli Air Tanah Indonesia di kampus UGM, Yogyakarta, Rabu (12/9).

“Untuk situasi emergensi kekeringan, pemerintah tak hanya melakukan pengedropan air dari tangki saja. Kami juga melakukan pengeboran sumur air dalam untuk mengatasi kekeringan di beberapa daerah,” jelas Basuki.

Basuki menuturkan ada 6.902 sumur bor atau sumur air tanah yang aktif di Indonesia. Sebanyak 6.414 sumur bor digunakan untuk keperluan irigasi sedangkan 488 sumur bor digunakan untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga.

Pengeboran air tanah, lanjut Basuki saat ini dilakukan di sejumlah daerah rawan kekeringan seperti di Pati, Jawa Tengah dan Sukabumi, Jawa Barat. Untuk di Pati ada dua titik sumur bor baru, sedangkan di Sukabumi ada tiga titik sumur bor dengan debit air mencapai 10 hingga 20 liter per detik.

Mentri PUPR Akan Menggali Sumur Bor Untuk Mengatasi Kekeringan

“Pengeboran sumur air dalam tidak membutuhkan waktu yang lama. Proses pengeboran paling satu sampai dua minggu sudah selesai. Sumur kemudian bisa dipergunakan oleh warga sepanjang tahun,” papar alumnus UGM ini.

Basuki menambahkan bahwa potensi kekeringan di sejumlah wilayah Indonesia tidak akan berlangsung lama. Sebab, kata Basuki, dari hasil perkiraan BMKG, Oktober 2017 sudah memasuki awal musim hujan.

“Jadi insya Allah ketersediaan air bersih masyarakat masih aman,” tutup Basuki.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *