Pemkot Palembang Meluncurkan Sistem Cetak e-KTP di Kecamatan

By | September 5, 2017

Pemkot Palembang Meluncurkan Sistem Cetak e-KTP di Kecamatan

Pemkot Palembang Meluncurkan Sistem Cetak e-KTP di Kecamatan – Untuk menekan Nomor Induk Kependudukan (NIK) ganda dan meminimalisir penumpukan pendaftar, Pemerintah Kota Palembang me-launching pencetakan Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP) di setiap kecamatan. Palembang diklaim sebagai satu-satunya daerah di Indonesia yang merealisasikan program itu.

Asisten I Setda Palembang Sulaiman Amin mengakui selama ini masyarakat mengeluhkan ketidaknyamanan saat mengurus e-KTP di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) karena terlalu ramai sehingga harus berdesakan. Pencetakan e-KTP di kecamatan menjadi solusi Wali Kota Palembang untuk memberikan kenyamanan dan kemudahan bagi warga.

“Hari ini kita launching pencetakan e-KTP di kecamatan. Palembang menjadi satu-satunya daerah menjalankan program ini di Indonesia,” ungkap Sulaiman saat launching perdana di Kecamatan Seberang Ulu I Palembang, Selasa (5/9).

Menurut dia, program itu sebenarnya sudah lama diwujudkan dengan tersedianya mesin cetak dan peralatan penunjang di tiap kecamatan. Hanya saja, selama ini terkendala stok blanko sehingga baru bisa dioperasikan.

“Nantinya akan bertahap ke kecamatan-kecamatan lain. Warga cukup datang ke kecamatan, tak perlu lagi repot-repot ke Disdukcapil,” ujarnya.

Dikatakannya, percetakan e-KTP di kecamatan hanya berlaku untuk pembuatan kartu identitas yang baru. Sementara e-KTP rusak atau hilang, mesti diurus di kantor Disdukcapil Palembang.

“Bisa dibagi begitu, biar tidak menumpuk lagi di satu tempat,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengelolaan Informasi dan Administrasi Kependudukan Disdukcapil Kota Palembang Robertus E Hendri mengatakan, dengan adanya koneksi jaringan pencetakan di kecamatan, akan meminimalisir adanya NIK dan perekaman ganda. Sebab secara data di Kementerian Dalam Negeri otomatis akan menolak.

“Sistem sudah dikunci pada e-KTP dan dapat meminimalisir adanya NIK ganda. Karena berdasarkan sistem informasi kependudukan, masyarakat hanya diperkenankan untuk memiliki satu NIK seumur hidup,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *