Program Minapadi Yang Dilakukan Oleh KKP Disetujui Presiden Jokowi

By | September 9, 2017

Program Minapadi Yang Dilakukan Oleh KKP Disetujui Presiden Jokowi

Program Minapadi Yang Dilakukan Oleh KKP Disetujui Presiden Jokowi – Presiden Joko Widodo melalui Kepala Kantor Staf Kepresidenan Teten Masduki mengatakan mendukung pengembangan program minapadi yang dilaksanakan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Program minapadi adalah bentuk usaha tani gabungan (combined farming) yang memanfaatkan genangan air sawah yang tengah ditanami padi sebagai kolam untuk budidaya ikan air tawar.

“Kedatangan saya ke Sukabumi meninjau langsung program minapadi dan bioflok untuk menyampaikan pesan dari Pak Presiden Jokowi yang mendukung program-program berbasiskan kepentingan masyarakat banyak, yang sangat strategis untuk ketahanan pangan nasional,” kata Teten di Sukabumi, Sabtu (9/9). Seperti dilansir Antara.

Dia mengapresiasi KKP atas pelaksanaan program prioritas budidaya minapadi. Menurutnya, cara bertani sekaligus berbudidaya ikan merupakan kegiatan yang luar biasa di mana kultur masyarakat Jabar biasanya melakukan budidaya padi dan ikan secara terpisah.

Menurut dia, dengan minapadi itu, padi dan ikan dapat dibudidayakan dalam satu lahan sehingga akan memberikan manfaat ganda bagi petani. “Petani akan mendapatkan keuntungan yang lebih tinggi serta efisien baik secara waktu maupun lahan,” tambahnya.

Menurutnya, Presiden berkali-kali menyampaikan pentingnya budidaya ikan, apalagi Pak Jokowi sempat terkejut mendapatkan penjelasan dari Kementerian Luar Negeri Norwegia bahwa 60 persen sumber Penerimaan Negara Bukan Pajak di negara itu berasal dari ikan Salmon.

Program Minapadi Yang Dilakukan Oleh KKP Disetujui Presiden Jokowi

Berkaca dari Norwegia, Presiden yakin bahwa Indonesia mampu melakukan hal serupa karena memiliki potensi besar baik untuk budidaya laut, payau maupun tawar.

Dengan semakin efisiennya cara budidaya maka produksi dan konsumsi ikan meningkat, sebab gizi yang bersumber dari ikan sangat baik apalagi dikonsumsi sejak usia dini dan tentunya ekonomi masyarakat okut meningkat.

“Ke depan, kami akan mengupayakan adanya kemitraan antara pesantren, pembenih, pembudidaya, petani serta pengusaha besar sehingga akan terbangun kerjasama ekonomi yang baik antarpelaku usaha perikanan,” tambahnya.

Teten mengatakan budidaya minapadi memiliki berbagai keuntungan seperti meningkatkan produksi padi dari 5-6 ton menjadi 8-10 ton per hektare.

Penggunaan 20 persen lahan untuk budidaya ikan tidak akan mengurangi produktivitas padi karena kotoran ikan akan menjadi pupuk tanaman padi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *