Sekjen Golkar Menyebutkan Bahwa Setnov Masih Memiliki Harapan Dalam Kasusnya

Sekjen Golkar Menyebutkan Bahwa Setnov Masih Memiliki Harapan Dalam Kasusnya – Sekjen Partai Golkar Idrus Marham meyakini Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto masih memiliki harapan baik dari karir di dunia politik, proses hukum di KPK hingga penyakit yang diderita sekarang. Sejak ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi e-KTP, kesehatan Setnov diketahui menurun.

Setnov kerap menderita vertigo yang memaksanya dirawat di Rumah Sakit Siloam, Jakarta. Hari ini, Setnov dipindah ke Rumah Sakit Premiere Jatinegara. Setnov mengalami gangguan ginjal hingga penyumbatan 80 persen pada jantungnya sehingga harus dipasang ring dan dioperasi.

“Enggak, jadi semua orang hidup itu masih punya harapan. Loh masa Anda juga punya harapan, masa Pak Novanto tidak boleh punya harapan, punya harapan sembuh, punya harapan masalahnya selesai,” kata Idrus di Kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta, Senin (18/9).

Karena kondisinya menurun, Setnov kembali mangkir memenuhi panggilan pemeriksaan KPK atas kasus korupsi e-KTP hari ini. Idrus percaya Setnov akan bersikap kooperatif jika telah sembuh dari sakit.

“Kalau dia sembuh pasti sangat kooperatif pada proses hukum yang ada. Karena itu pak Novanto selalu menyampaikan menghormati proses hukum yang dilakukan oleh KPK,” terangnya.

Idrus juga membantah Golkar tengah menyiapkan opsi mengganti Setnov dari jabatan Ketua DPR dan Ketum partai agar fokus pada penyembuhan dan proses hukum di KPK.

“Kan orang masih berobat, kalau berobat harapannya sembuh, apa semua orang yang sakit langsung diganti? Kan tidak, enggak usah ada dokter kalau begitu. Itu kan semua, ini macam-macam juga pertanyaannya,” tegas dia.

Sekjen Golkar Menyebutkan Bahwa Setnov Masih Memiliki Harapan Dalam Kasusnya

Lebih lanjut, Idrus juga menjawab normatif pertanyaan awak media soal potensi elektabilitas partai merosot karena Setnov tersangkut kasus korupsi. Menurutnya, Golkar perlu melakukan kajian untuk mengukur elektabilitas partai saat ini.

“Itu kajian, nanti tetap juga ada kajian, kita akan lihat. Semua harus bicara dan kita harus memperhatikan semua, dan ini kan banyak pikiran-pikiran, karena banyak pikiran itu kita akan coba nanti bagaimana bisa kita atasi masalahnya,” tandasnya.

Partai Golkar akan menggelar rakernas di Makassar, Sulawesi Selatan, bulan depan. Di acara itu, kata Idrus, tidak ada pembahasan soal evaluasi elektabilitas Partai Golkar.

Rakernas hanya akan membahas 3 agenda utama, yakni program-program strategis partai, konsolidasi, serta strategi pemenangan di Pilkada, dan Pemilu Serentak 2019.

“Itu enggak ada di situ. ini adalah rakernas, bukan rapimnas jadi kewenangannya beda,” tutup Idrus.

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *